Jumat, 04 Oktober 2019

Asam dan Basa

                                                                      ASAM & BASA



              Kata asam berasal dari bahasa Latin "acidu” yang berarti masam. Asam adalah zat  (senyawa) yang menyebabkan rasa masam pada berbagai materi. Basa adalah    zat(senyawa) yang dapat beraksi dengan asam, menghasilkan senyawa yang disebut     dengan garam. Sedangkan basa adalah zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Sifat basa pada umumnya ditunjukkan dari rasa pahit dan licin
.            Suatu senyawa disebut asam jika memiliki pH kurang dari 7, dan disebut basa jika memiliki pH lebih dari 7. Asam dapat didefinisikan sebagai zat yang jika dilarutkan dalam air akan mengalami disosiasi dan menghasilkan kation hidrogen (H+), sedangkan basa dapat didefinisikan sebagai zat yang jika dilarutkan dalam air akan mengalami disosiasi dan menghasilkan anion hidroksida (OH-).



Pada teori Asam Basa ini telah dikemukakan oleh beberapa ilmuwan, Contohnya sebagai berikut :

A.Teori Menurut Para Ahli


1.Teori Arrhenius yang mengatakan bahwa Asam merupakan sifat yang mana pada suatu senyawa akan dapat melepas ion hidrogen (H+) jika diuraikan kedalam air, jika basa adalah sifat yang mana suatu senyawa yang bisa melepas ion hidroksida (OH-) jika diuraikan kedalam air. Reaksi asam basa merupakan reaksi yang membentuk H2O pada ion-ion H+ dan OH-.
                                 

                               
2.Teori Bronsted Lowrey yang mengatakan bahwa asam adalah senyawa yang bisa memberi proton (H+) untuk senyawa lain, sedangkan untuk basa bisa menerima proton (H+) pada senyawa lain. Reaksi asam basa dapat mereaksi perpindahan suatu proton pada satu senyawa ke senyawa yang lainnya.

                         x
3.Teori Lewwis yang mengatakan bahwa Asam merupakan suatu senyawa yang bisa menerima pasangan elektron bebas pada senyawa lain, sedangkan untuk Basa merupakan suatu senyawa yang bisa memberi pasangan elektron bebas kepada senyawa yang lainnya. Reaksi asam basa merupakan suatu reaksi untuk membentuk ikatan antara asam dan basa.
lewis





B.Indikator Asam Basa



Indikator asam basa adalah suatu senyawa yang ditambahkan kepada larutan, tujuannya untuk mengetahui kisaran pH pada larutan tersebut.Pada latutan yang akan dilihat tingkat keasamannya akan ditambahkan asam basa yang sesuai. Lalu akan dilakukan titrasi, perubahan pada pH akan diketahui pada perubahan warna larutan yang didalamnya terdapat indikator. Pada perubahan warna sesuai pada kisaran pH dengan indikatornya.

Contoh Daftar Indikator Asam Basa :
IndikatorRentang pHKuantitas per mlAsamBasa
Timol biru1,2 – 2,81-2 tetes 0,1% larutanMerahKuning
Pentametoksi merah1,2 – 2,31 tetes 0,1% dlm larutan alkohol 0%Merahtak berwarna
Tropelin OO1,3 – 3,21 tetes 1% larutanMerahKuning
2,4-Dinitrofenol2,4 – 4,01-2 tetes 0,1% dlm larutan alkohol 50%Tak berwarnaKuning
Metil Kuning2,9 – 4,01 tetes 0,1% dlm larutan alkohol 90%MerahKuning

    C.Derajat Kesamaan (pH)


Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan, pada tahun 1910, seorang ahli dari Denmark, Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana. Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+.Bilangan ini kita kenal dengan skala pH. Harga pH berkisar antara 1 – 14 dan ditulis:
               Konsep pH
Dapat disimpulkan bahwa :
a. Larutan bersifat netral jika [H+] = [OH–] atau pH = pOH = 7.
b. Larutan bersifat asam jika [H+] > [OH–] atau pH < 7.
c. Larutan bersifat basa jika [H+] < [OH–] atau pH > 7.


Daftar Pusaka :
https://rumus.co.id/asam-basa/https://rumus.co.id/asam-basa/
https://www.gurupendidikan.co.id/asam-basa-dan-garam/https://www.gurupendidikan.co.id/asam-basa-dan-garam/

2 komentar:

Asam dan Basa

                                                                      ASAM & BASA               Kata asam berasal dari bahasa Lati...