Teori Atom
Kata atom berasal dari bahasa Yunani yaitu”atomos” yang berarti ”tidak dapat dibagi”. Konsep dasar atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus (orang Yunani)pada awal abad ke-4 Sebelum Masehi. Namun, pendapat ini ditolak oleh Aristoteles. Dia berpendapat bahwa materi bersifat continue atau materi dapat dibelah terus menerus sampai tak terhingga.Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805), kemudian dilakukan oleh Thomson (1897), Rutherford(1911), dan disempurnakan oleh Bohr (1914)
A.Teori Atom Jhon Dalton
- Atom digambarkan sebagai bola pegal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
- Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi-bagi.
B.Teori Atom Thomson
Menurut Thomson, Atom adalah bola bulat bermuatan positif dan di permukaan tersebar elektron yang bermuatan negatif.Thomson berhipotesis : "karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom".
C.Teori Atom Rutherford
Model Teori Rutherford seperti Tata Surya.
Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar α (alpha) pada lempeng emas. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford:
- Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong atau hampa.
- Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
- Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan
D.Teori Atom Neils Bhor
Dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu tempat elektron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan itu,yang juga disebut dengan kulit atom,adalah orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Tiap lintasan ditandai dengan satu bilangan bulat yang disebut Bilangan kuantum utama (n),mulai dari 1,2,3,4 dan seterusnya,yang dinyatakan dengan lambang K,L,M,N,dan seterusnya.
Lintasan pertama,dengan n = 1,dinamai kulit K.
Lintasan kedua,dengan n = 2,dinamai kulit L,dan seterusnya.
Makin besar harga n (Makin jauh dari inti),makin besar energi elektron yang mengorbit pada kulit itu.
Model atom dari Niels Bohr ini dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford. Namun nantinya,Teori atom Niels Bohr ini disangkal lagi dengan adanya Teori atom Mekanika kuantum. Dimana pada Teori atom Mekanika Kuantum,tempat elektron tidak dapat ditentukan.
E.Teori Mekanika Quantum
1.Louis de Broglie
Louis de Broglie meneliti keberadaan gelombang melalui eksperimen difraksi berkas elektron. Hipotesis de Broglie dibuktikan oleh C. Davidson an LH Giermer (Amerika Serikat) dan GP Thomas (Inggris).
Prinsip dualitas inilah menjadi titik pangkal berkembangnya mekanika kuantum oleh Erwin Schroding.
2. Wemer Heisenberg
Seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”.
3 .Erwin Schrodinger
Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin Schrodinger.
Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.
Referensi:
htthttps://kimiasman7pwr.wordpress.com/2009/04/05/12/htthttps://kimiasman7pwr.wordpress.com/2009/04/05/12/
Oleh : Gracia Fortuna Putri
NIM : C1061191042
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan,Universitas Tanjung Pura Pontianak